Selasa, 26 Maret 2013

PERANCANGAN SISTEM IFORMASI KOPERASI SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI SARWO GAMPANG


1.         Pendahuluan
Usaha Koperasi Simpan Pinjam Sarwo Gampang kini kian berkembang,terbukti dengan meningkatnya utang dan piutang. Bahwasannya kedua transaksi tersebut memiliki peranan yang kuat dalam menjaga eksistensi koperasi, sehingga informasi keluar masuk uang yang cepat,tepat dan akurat sangat diperlukan. Peran yang penting serta ketepatan waktu dalam penyusunan laporan keuangan membutuhkan penggunaan aplikasi komputer dalam kegiatan usahanya. Penyusunan laporan keuangan Koperasi Simpan Pinjam Sarwo Gampang  masih manual sehingga informasi yang dibutuhkan kurang akurat dan membutuhkan waktu yang lama.Beraneka macam jenis transaksi dengan jumlah banyak sehingga modal koperasi didapat dari laba simpan pinjam di koperasi.
Program aplikasi komputer ini dapat diterapkan di Koperasi Simpan Pinjam Sarwo Gampang karena koperasi ini telah memiliki fasilitas pendukung yaitu computer dan sumber daya manusia yang dapat menjalankan program ini.
2.         Landasan Teori
2.1       Sistem
Definisi sistem berkembang sesuai dengan konteks dimana pengertian sistem itu digunakan. Secara sederhana sistem diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.
Murdick dan Ross (1993) mendefinisikan system sebagai seperangk telemen yang digabungkan antara satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Menurut Scott (1996) sistem terdiri dari unsusr-unsur seperti masukan (input), pengolahan (processing), serta keliaran (output). Ciri pokok menurut Gapspert ada empat, yaitu sistem itu beroperasi di dalam suatu lingkungan, terdiri atas unsur-unsur, ditandai dengan saling berhubungan, dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama. Untuk memahami dan mengembangkan suatu system, maka perlu membedakan unsur-unsur dari system yang membentuknya. Berikut adalah karakteristik system yang dapat membedakan suatu system dengan system lainnya: Batasan (boundary),Lingkungan (environment),Masukan (input),Keluaran (output),Komponen (component),Penghubung (interface) dan Penyimpanan (storage).
 2.2      Konsep Dasar Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
Jogiyanto HM (2008:8) mendefinisikan informasi sebagai “data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sumber informasi adalah data. Data belum menunjukkan sesuatu yang bisa dipahami, karenanya harus diproses terlebih dahulu. Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. Nilai informasi ( value of information) ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya.
2.3       Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasasi, dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan - laporan yang diperlukan. menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2.4       Konsep Analisis Sistem
2.4.1    Analisis Kelemahan Sistem
Analisis kelemahan dilakukan untuk mencari kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam sistem yang sedang digunakan (yang sedang berjalan). Dari analisis ini akan dapat ditemukan beberapa masalah atau kendala-kendala yang menyebabkan sistem menjadi tidak bekerja secara maksimal, sehinggal hal-hal tersebut harus segera dicarikan solusi permasalahannya. Analisis kelemahan sistem dilakukan dengan melihat beberapa faktor diantaranya adalah pengukuran pekerjaan, kehandalan, teknologi, laporan dan dokumentasi.
2.4.2    Analisis PIECES
Alat ukur yang digunakan dalam menentukan proses penyelesaian masalah yaitu dengan melakukan peningkatan-peningkatan pada 6 aspek yang dikenal dengan analisis PIECES, meliputi :
1.      Analisis Kinerja (Performance)
 Kinerja adalah perilaku disetiap kegiatan atau aktivitas dalam sistem. Kinerja sistem berkaitan dengan beberapa faktor antara lain Turn around time yaitu waktu yang dibutuhkan sistem untuk mengerjakan satu pekerjaan. Response time yaitu waktu yang dibutuhkan sistem untuk memberikan jawaban dan untuk menyesuaikan perpindahan pekerjaan. Transaction thoughgput yaitu jumlah pekerjaan total yang dilakukan dalam sistem selama satu periode waktu tertentu.
2.      Analisis Informasi (Information)
Dalam penyajian informasi, sering terjadi keterlambatan dan bahkan terjadi kesalahan sehingga informasi yang dihasilkan terkadang tidak bisa langsung dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan.
3.      Analisis Ekonomi (Economic)
Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomi menyangkut dua hal yaitu kontrol biaya dan peningkatan keuntungan atau laba. Kontrol biaya yang dilakukan untuk mengendalikan pembengkakan biaya. Pembengkakan biaya terjadi misalnya pada pemborosan pemakaian bahan seperti kertas. Sedangkan peningkatan keuntungan dilakukan supaya biaya yang telah dikeluarkan dapat menberikan manfaat yang semaksimal mungkin.
4.      Analisis Kontrol (Control)
 Kontrol digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah atau mendeteksi kesalahan sistem, menjamin keamanan data, informasi dan persyaratan.
5.      Analisis Efisiensi (Effiency)
 Efisiensi menyangkut bagaimana menghasilkan output sebanyakbanyaknya dengan input yang sekecil mungkin.
6.      Analisis Pelayanan (Services)
Pelayanan yang ditingkatkan adalah untuk meningkatkan kepuasan user.
2.5       Konsep Pemodelan Sistem
2.5.1    Flow Chart
Flowchart (bagan alir) merupakan bagan yang menggambarkan alur prosedur dan program secara logika. Bagan yang memuat alur prosedur-prosedur keseluruhan yang terdapat di dalam sebuah sistem adalah system flowchart (bagan alir sistem).
2.5.2    Data Flow Diagram
DFD (Data Flow Diagram) atau DAD (Diagram Aliran Data) adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan proses aliran data dan kerja dalam sebuah sistem. DFD memuat proses yang mentransformasikan data, aliran data yang menggerakkan data, objek yang memproduksi serta mengkonsumsi data, serta data 8 store yang menjadi tempat penyimpanan data.
2.5.3    Entity Relation Diagram (ERD}
Perancangan basis data dengan menggunakan model entity relationship adalah dengan menggunakan Entity Relation Diagram (ERD). Terdapat tiga notasi dasar yang bekerja pada model E-R yaitu : entity sets, relationship sets, dan attributes. Sebuah entity adalah objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Entity sets adalah sekumpulan entity yang mempunyai tipe yang sama. Kesamaan tipe ini dapat dilihat dari atribut/property yang dimiliki oleh setiap entity
3.         Analisis (Proses Penelitian)
3.1       Analisis PIECES
Analisis PIECES (Perfomance,Information,economy,control,eficiency, dan service)pada Koperasi Simpan Pinjam Sarwo Gampang dilakukan untuk mengetahui kelayakan sistem baru.
3.1.1    Analisis Kinerja (Performance)
Untuk analisis kinerja pada sistem lama yang digunakan Koperasi Simpan Pinjam Sarwo Gampang, sebagai berikut :
a.       Beban kerja dalam proses transaksi cukup berat,apalagi ditambah dengan penyusunan laporan untuk manajer,jadi tidak memenuhi standar troughtput.
b.      Waktu yang diperlukan untuk menyusun laporan tidak efisien,karena proses masih manual,sehingga kurang memenuhi standar response time.
3.1.2    Analisis Informasi (Information)
Untuk analisis informasi pada sistem lama yang digunakan Simpan Pinjam Sarwo Gampang, sebagai berikut :
a.       Berdasarkan keakuratan data yang dihasilakn tergolong tidak akurat karena masih menggunakan perhitungan secara manual,jadi sering salah dalam penginputan daftar anggota.
b.      Dengan sistem manual sangat lama,karena data utang piutang masih tertulis dalam blangko dan kadang harus menunggu blangko terkumpul baru dapat membuat laporan,sehingga tidak tepat pada waktunya.
c.       Karena adanya kesalahan pada laporan dan masih tertulis manual,data yang disajikan pada saat manajer tidak relevan.
3.1.3    Analisis Ekonomi (Economy)
Untuk analisis ekonomi pada sistem lama yang digunakan Koperasi Simpan Pinjam Sarwo Gampang, sebagai berikut :
a.       Berdasarkan biaya dilihat dari perkembangan jumlah anggotanya,biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan peralatan koperasi akan terus meningkat. Biaya tak terduga sering ditemukan tanpa alasan atau bukti yang kuat.
b.      Dengan biaya yang semakin meningkat dapat mengurangi keuntungan koperasi.
3.1.4    Analisis Keamanan (Control)
Untuk analisis keamanan pada sistem lama yang digunakan Simpan Pinjam Sarwo Gampang, sebagai berikut :
a.       Untuk hak akses sistem,pada sistem lama ini masih kurang karena Pada Sistem saat ini tidak dilengkapi dengan password,sehingga siapa saja dapat mengutakatik laporan.
b.      Keamanan data pada sistem lama tidak ditemukan adanya pengamanan untuk laporan dan blangko-blangko penting,sehingga resiko hilang dan rusak dapat terjadi sewaktu-waktu.
3.1.5    Analisis Efisiensi (Eficiency)
Untuk analisis efisiensy pada sistem lama yang digunakan Koperasi Simpan Pinjam Sarwo Gampang, sebagai berikut :
a.       Untuk SDM yang ada beban kerja dirasa begitu berat,karena harus melakukan proses perhitungan uang,pembuatan laporan harian dan pembuatan laporan bulanan,untuk pertannggung jawaban pada manajer.
b.      Pengeluaran banyak untuk pembelian peralatan koperasi seperti buku laporan harian maupun bulanan,buku blangko dan alat tulis
3.1.6 Analisis Layanan (Service)
Untuk analisis layanan pada sistem lama yang digunakan Koperasi Simpan Pinjam Sarwo Gampang, sebagai berikut :
a.       Untuk parameter kualitas pelayanan masih jauh dari baik,karena dengan sistem manual pelayanan terhadap pelanggan kurang maksimal dan banyak memakan waktu, karena masih menggunakan system secara manual.
b.      Pengeluaran banyak untuk pembelian peralatan koperasi seperti buku laporan harian maupun bulanan,buku blangko dan alat tulis
4.         Implementasi dan Pembahasan Sistem
4.1       Implementasi sistem
Implementasi sistem adalah suatu tahap meletakkan atau menerapkan sistem agar siap untuk digunakan atau dioperasionalkan di dalam perusahaan. Dalam tahap implementasi sistem ini terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut ini :
4.1.1    Menerapkan Rencana Implementasi
Rencana implementasi merupakan kegiatan awal dari tahap implentasi sistem.Rencana implementasi dimaksud untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap implementasi dilakukan. Biaya yang diperlukan dalam tahap implementasi sistem harus dianggarkan dalam bentuk anggaran biaya yang berfungsi sebagai pengendalian terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan. Waktu yang diperlukan selama tahap implementasi harus diatur dalam bentuk skedul waktu yang berfungsi untuk menjadi panduan dalam tahap implementasi.
4.1.2    Kegiatan Implementasi
Kegiatan implementasi dilakukan dengan dasar kegiatan yang telah direncanakan dalam rencana implementasi sistem. Kegiatan dalam tahap ini adalah sebagai berikut :
1.      Pemograman
Pemograman merupakan tahap implementasi yakni dilakukan pengkodean hasil perancangan perangkat lunak yang telah dibuat sehingga berbentuk sistem baru sedemikian rupa seperti yang telah direncanakan. Pengkodean ini dilakukan dengan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0
2.      Instalasi Hardware
Hardware atau perangkat keras yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi koperasi simpan pinjam KOPKA ini. Instalasinya dilakukan oleh pemasar atau took komputer.
3.      Instalasi Software
Software atau perangkat lunak yang digunakan dalam simpan pinjam koperasi.


Sumber: http://repository.amikom.ac.id/files/publikasi_08.12.3462.pdf

Rabu, 30 Januari 2013

Teknik dan Dokumentasi System

Teknik dan dokumentasi system
2.1 pemakaian teknik – teknik
      Teknik –teknik system merupakan alat yang digunakan dalam menganalisa,merancang, dan mendokumentasikan system dan hubungan antarsubsistem. Teknik –teknik tersebut umumnya bersifat grafikal (piktoral). Teknik –teknik system penting bagi auditor intern dan ekstern dan juga para personel system dalam pengembangan system informasi. Teknik –teknik system juga digunakan oleh akuntan yang melakukan pembuatan system, baik secara intern bagi perusahaan maupun secara ekstern sebagai seorang konsultan.
2.2 teknik – teknik sistem
Bagan arus (flowchart) Merupakan alat yang digunakan untuk:
·        Dokumentasi system yang sudah ada.
·        Mendesain system baru.
·        Memberi petunjuk bagi programmer yang akan membuat dan memperbaruhui program computer.
Bagan arus terdiri dari dua macam yaitu:
1.      Dokumen flowchart.
2.      System/proses flowchart.

Bagan arus dokumen.
Bagan yang digunakan untuk menganalisa distribusi dokumen (kadang sumber daya fisik lain) diantara unit organisasi dalam suatu system(document oriented).
          Langkah – langkah dalam penyusunan dokumen flowchart.
·        Mengidentifikasikan departemen-departemen yang ikut ambil bagian dalam suatu system.
·        Mengidentifikasikan dokumen sumber yang akan digunakan.
·        Menggambarkan bagaimana dokumen-dokumen dibuat, diproses dan digunakan.
·        Menambahkan catatan yang akan memberikan keterangan mengenai suatu symbol  atau kegiatan.

Bagan arus system.
Bagan yang menyediakan gambaran yang lebih lengkap mengenai langkah-langkah proses dalam suatu system (process oriented).
          System flowchart terdiri dari beberapa tingkatan:
·         High-level system flowchart, system flowchart yang penggambarannya sangat umum dan memberikan gambaran sekilas mengenai system.
·        Intermediate-level system flowchart, penggambarannya suatu proses yang lebih detail.
·       Low level system fl.owchart, menggambarkanb secara khusus aplikasi-aplikasi atau kegiatan-  kegiatan dari suatu proses.

Bagan arus program
Bagan yang menggamnbarkan rangkaian atau urutan dari operasi logis yang dikerjakan computer dalam menjalankan suatu program.
Meskipun tidak ada aturan khusus mengenai pembuatan flowchart, tapi terdapat beberapa panduan yang dapat diikuti dalam pembuatan flowchart.
1.       Symbol dari proses harus selalu diletakkan diantara symbol input dan symbol output.
2.      Pembuatan flowchart harus dimulai dari pojok kiri atas.
3.      Selalu menggunakan symbol yang tepat tergantung dari jenis flowchartnya.
4.     Hindari kekusutan dan kekacauan dengan menghindari garis yang berpotongan, apabila harus ada, dapat digunakan symbol koneksi.
5.     Harus ada keterangan / deskripsi untuk memberikan kejelasan.

Pemrosesan Transaksi dan Struktur Pengendalian

Salah satu tujuan sistem informasi adalah mendukung operasi harian perusahaan. Tujuan ini dicapai melalui :
pemrosesan transaksi – transaksi yang disebabkan baik oleh sumber – sumber ekstern maupun intern.
menyiapkan keluaran – keluaran seperti dokumen – dokumen operasional dan laporan – laporan keuangan.

Kerangka Pemrosesan Transaksi
A. Jaringan Kerja Keseluruhan Perusahaan
Pemrosesan transaksi terjadi selaras dengan operasi perusahaan. Perangkat gabungan sistem-sistem pemrosesan transaksi serupa dengan jaringan kerja yang kompleks dari operasi-operasi fisik, proses kertas kerja dan arus data/informasi yang saling bergantung.
B. Sistem Informasi Fungsional
Sistem operasional dan organisasi perusahaan pada umumnya dibagi berdasarkan fungsi. Untuk memungkinkan pengendalian yang efektif dan efisien atas operasi dan koordinasi kegiatan-kegiatan manajerial. Sistem informasinya haruslah dibagi menurut fungsi – fungsi yang sama. Macam-macam subsistem informasi fungsional pada tiap-tiap industri berbeda – beda. Bahkan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya dalam industri yang sama juga berbeda. Setiap subsistem informasi fungsional berkaitan erat dengan penyediaan pengendalian yang ketat terhadap satu atau beberapa sistem pemrosesan transaksi. Hal yang sama pentingnya adalah hubungan yang ada pada setiap subsistem informasi fungsional diantara tingkat operasional dan tingkat manajerial. Subsistem informasi fungsional membantu arus informasi transaksi kepada manajer – manajer fungsional.

Komponen-Komponen Pemrosesan Transaksi
Pemrosesan transaksi terjadi dalam suatu proses. Proses ini yang dikenal sebagai siklus akunting. Siklus akunting membutuhkan beragam komponen pembangun. Komponen-komponen ini meliputi dokumen sumber, jurnal dan register, lejer dan arsip (file) laporan dan keluaran-keluaran lain, bagan rekening dan kode-kode lain, rangkaian audit, metode dan alat-alat pemrosesan, serta pengendalian. A. Dokumen Sumber
Kebanyakan transaksi dicatat pada dokumen sumber, selain menyediakan catatan-catatan tertulis dokumen sumber berfungsi :
a. Memicu meng-otorisasi operasi fisik
Sebagai contoh surat pesanan penjualan meng-otorisasi pengiriman barang dan gangguan kepada pelanggan.
b. Memantau arus fisik
Misalnya surat pesanan penjualan digunakan untuk memperlihatkan pergerakan barang pesanan dari gudang ke tempat pengiriman.
c. Mencerminkan akuntabilitas atas tindakan yang diambil
Misalnya tagihan dari pemasok diparaf untuk memperlihatkan bahwa tagihan ini sudah diperiksa kebenarannya.
d. Menjaga kemutakhiran dan kelengkapan basis data
Sebagai contoh kopi faktur penjualan digunakan untuk memutakhirkan saldo dalam catatan sediaan. Catatan pelanggan dan kemudian diarsipkan untuk kepentingan riwayat penjualan.
e. Menyediakan data yang dibutuhkan untuk keluaran
Misalnya data dalam surat pesanan penjualan digunakan untuk menyiapkan faktur penjualan dan ikhtiar penjualan.


http://iyanvirus.blogspot.com/2012/12/sistem-informasi-akuntansi-penjualan.html

Selasa, 29 Januari 2013

Prosedur Pemrosesan Informasi


SIA didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis agar manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
Model Dta Siklus Pendapatan
  • Empat kegitan bisnis besar dalam siklus pendapatan (pesanan, memenuhi pesnan, pengiriman, dan penagihan kas).
  • The primary external agent (customer) as well as the various internal agents in volved in revenue cycle ctivities.

Berikut diagram REA siklus pendapatan untuk AOE:





Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan:
  •  Data Operasional

  Data operasional dibutuhkan untuk mengawasi kinerja dan untuk melakukan tugas – tugas rutin berikut ini:
1.       Merespon pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan.
2.       Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak.
3.       Menentukan ketersediaan persediaan.
4.       Memilih metode untuk mengirim barang.
·        
  • Informasi Sekarang dan Masa Lalu

Informasi yang lampau dan yang saat ini diperlukan agar manajemen dapat membuat keputusan strategis berikut ini:
a.       Menentukan harga produk dan jasa.
b.       Menetapkan kebijakan retur penjualan dan garansi.
c.       Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan.
d.       Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek.
e.       Merencanakan kampanye pemasaran yang baru.
  •  Penilaian Kinerja

SIA juga harus menyediakan informsi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja proses yang penting berikut ini:
1.       Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan.
2.       Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan.
3.       Presentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang.
4.       Tingkat dan tren kepuasan pelanggan.
5.       Analisis pangsa pasar dan tren penjualan.
6.       Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan.
7.       Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan.
8.       Keefektifan iklan dan promosi.
9.       Kinerja staf penjualan.
10.   Pengeluaran piutang ragu – ragu dan kebijakan kredit.

Pengendalian: Tujuan, Ancaman, dan Prosedur


Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan Pengendlian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan – tujuan berikut ini dicapai:
  1.       Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar.
  2.    Semua transaksi yang dicatat adalah valid (benar – benar terjadi).
  3.    Semua transaksi yang valid dan disahkan telah dicatat.
  4.    Semua transaksi dicatat dengan akurat.
  5.    Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian.
  6.    Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efektif.
Ancaman dan Prosedur Pengendlian Aplikasi Entri Pesanan Penjulan:


Ancaman dan Prosedur Pengendlian Aplikasi Pengiriman:


Ancaman dan Prosedur Pengendlian Aplikasi Penagihan dan Piutang Usaha:


Ancaman dan Prosedur Pengendlian Aplikasi Penagihan Kas:


Masalah – masalah Pengendlian umum:
1.       Kehilangan data, prosedur cadangan dan pemulihan dari bencana; Pengendlian akses (secara fisik dan logis).
2.       Kinerja yang buruk, persiapan dan tinjauan laporan kinerja.


Sumber: http//hantoro.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15528/Minggu+9.ppt

Jumat, 20 April 2012

Pengertian Wawasan Nusantara


Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah:
"cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional".

Landasan Wawasan Nusantara
Idiil => Pancasila
Konstitusional => UUD 1945