Kamis, 15 Januari 2015

Prasangka dan Diskriminasi

a.      Pengertian Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka adalah Sikap yang negatif terhadap sesuatu tanpa ada alasan yang mendasar atas pribadi tersebut.

Diskriminasi adalah Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara ( berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb)
Apabila kita berbicara tentang prasangka dan diskriminasi adalah stereotyping, yaitu suatu kecenderungan untuk mengidentifikasi dan mengeneralisasi setiap individu, benda dan sebagainya ke dalam katagori-katagori yang sudah dikenal.

Prasangka dan diskriminasi berhubungan erat satu dengan yang lainnya karena pada teorinya prasangka bersumber pada satu sikap dan diskriminasi menunjuk pada satu sikap, prasangka dapat menjadi dasar dari diskriminasi, dan pada akhirnya mereka akan melakukan tindakan yang negatif.

Contoh prasangka adalah adanya persaingan antar individu secara berlebihan dalam suatu lingkungan, misalnya persaingan antar karyawan dalam suatu tempat kerja.
Sedangkan contoh diskriminasi adalah Cina sebagai kelompok minoritas, sering menjadi sasaran rasial, walaupun secara yuridis telah menjadi warga negara Indonesia dan dalam UUD 1945 Bab X Pasal 27 dinyatakan bahwa semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

Apabila muncul suatu sikap berprasangka dan diskriminatif terhadap kelompok sosial lain, atau terhadap suku bangsa, kelompok etnis tertentu, bisa jadi akan menimbulkan pertentangan-pertentangan yang lebih luas.

Suatu contoh : Beberapa peristiwa yang semula menyangkut berapa orang saja bisa menjadi luas dan melibatkan sejumlah orang, misalnya akibat berebut pacar antar geng motor bisa menyebabkan kerusuhan dan meresahkan orang lain.

Praktek Diskriminasi etnik yang terjadi pada kerusuhan pada masa Orde Baru Mei 1998 yang lalu di Jakarta juga merupakan Representasi paling nyata adanya prasangka terhadap minoritas, khususnya etnis China terjadi pada Mei 1998. saat itu harta mereka di jarah, anak perempuan di perkosa dan rumah serta pertokoan mereka di bakar habis.

Prasangka merupakan sebuah tipe khusus dari sikap yang cenderung kearah negatif sehingga konsekuensinya:
Berfungsi sebagai skema (kerangka pikir kognitif untuk mengorganisasi, menginterpretasi dan mengambil informasi) yang mempengaruhi cara memproses informasi.
Melibatkan keyakinan dan perasaan negatif terhadap orang yang menjadi anggota kelompok sasaran prasangka.

b.      Teori Prasangka

1.      Teori Kategorisasi Sosial
melalui kategorisasi kita emmbuat dunia yang tak terbatas ini menjadi lebih sederhana dan bisa dimengerti. Pembedaan kategorisasi bisa di dasarkan pada persamaan atau perbedaan. Misalnya persamaan tempat tinggal, garis keturunan, warna kulit, pekerjaan, kekayaan yang relatif sama dan sebagainya. Sedangkan perbedaan tempat tinggal, garis keturunan, warna kulit, pekerjaan, tingkat pendidikan dan lainnya maka dikategorikan dalam kelompok yang berbeda.
Mereka yang memiliki kelompok yang sama dalam satu kelompok dikategorikan in group, sedangkan yang berbeda kelompok dikategorikan out group.
Pengkategorian cenderung mengkontraskan antara kedua pihak yang berbeda. Jika satu dinilai baik maka kelompok lain cenderung dinilai buruk.

2.      Teori Konflik-realistis
Teori ini memandang bahwa terjadinya kompetisi dan konflik antar kelompok dapat meningkatkan kecenderungan untuk berprasangka dan mendiskriminasikan anggota outgroup.
Kompetisi yang terjadi antar dua kelompok yang saling mengancam akan menimbulkan permusuhan dan menciptakan penilaian yang negatif yang bersifat timbal balik. Jadi prasangka merupakan konsekuensi dari konflik nyata yang tidak dapat di elakkan.
LeVine dan Campbel (1972) menyebut kompetisi yang terjadfi sebagai konflik kelompok yang realistik. Biasanya terjadi karena kedua kelompok bersaing untuk memperebutkan sumber langka yang sama.

3.      Teori Perbandingan Sosial
Kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain dan kelompok kita dengan kelompok lain. Hal hal yang dibandingkan hampir semua yang kita miliki, mulai dari status sosial, status ekonomi, kecantikan, karakter kepribadian, dan sebagainya. Konsekuensi dari pembanidngan adalah adanya penilaina lebih baik atau lebih buruk dari orang lain. Prasangka terlahir ketika orang menilai adanya perbedaan yang mencolok. Artinya keadaan status yang tidak seimbanglah yang akan melahirkan prasangka (Myers 1999)

4.      Teori Identitas Sosial
Berdasarkan teori ini, Henry Tajfel dan John Tunner (1982) mengemukakan bahwa prasangka biasanya terjadi disebabkan oleh in group dan favoritsm yaitu kecenderungan untuk mendiskriminasikan dalam perlakuan yang lebih baik atau menguntungkan in group diatas out group. Orang memakai identitas sosialnya sebagai sumber dari kebangggan diri dan harga diri. Semakin positif kelompok dinilai maka semakin kuat identitas kelompok yang dimiliki dan akan memperkuat harga diri.

5.      Teori Deprivasi Relatif
Deprivasi Relatif adalah keadaan psikologis dimana seseorang merasakan ketidakpuasan atas kesenjangan atau kekurangan subjektif yang dirasakannya pada saat keadaan diri dan kelompoknya dibandingkan dengan orang lain atau kelompok lain. Keadaan deprivasi bisa menimbulkan persepsi adanya suatu ketidakadilan sehingga menimbulkan terjadinya prasangka.

6.      Teori Frustrasi-Agresi
Menurut teori ini, prasangka merupakan manifestasi dari displaced aggrsion sebagai akibat dari frustrasi. Asumsi dasar dari teori ini adalah jika tujuan seseorang dirintangi atau dihalangi, maka individu tersebut akan mengalami frustrasi. Frustrasi yang dialami akan membawa individu tersebut pada perasaan bermusuhan terhadap sumber penyebab frustrasi. Hal itulah yang menyebabkan individu seringkali mengkambing hitamkan individu lain yang kurang memiliki kekuasaan.

7.      Teori Belajar Sosial
Menurut teori ini prasangka biasanya diperoleh anak-anak melalui proses sosialisasi. Anak-anak banyak yang menginternalisasikan norma norma mengenai stereotipe dan perilaku antar kelompok yang ditetapkan oleh orang tua dan teman sebaya. Selain dari orang tua dan teman sebaya, media massa juga menjadi sumber anak untuk mempelajari stereotipe dan prasangka.

c.       Sumber Prasangka
Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi:
·        Konflik langsung antar kelompok. Berdasarkan Teori Konflik Realistik (Realistic Conflict Theory) di mana prasangka muncul karena kompetisi antar kelompok social untuk memperoleh kesempatan atau komoditas yang berharga yang berkembang menjadi rasa kebencian, prasangka dan dasar emosi. Contoh: konflik antara para migrant dengan masyarakat setempat, masyarakat setempat cenderung memiliki prasangka terhadap para migrant ini karena para migrant lebih mampu untuk survive dan berhasi wilayah barunya sehingga menimbulkan rasa kebencian pada diri masyarakat setempat terhadap para migrant. Hal ini dapat dilihat pada konflik yang terjadi di Ambon, atau Kalimantan.

·         Pengalaman awal. Berdasarkan Teori Pembelajaran Sosial (Social Learning Theory), prasangka dipelajari dan dikembangkan dengan cara yang sama serta melalui mekanisme dasar yang sama, seperti sikap yang lain yakni melalui pengalaman langsung dan observasi/vicarious. Contoh: Santi sejak kecil sering mendengar orangtuanya melontarkan komentar-komentar negatif terhadap orang dari golongan etnis Tionghoa, maka Santi juga akan ikut meyakini pandangan negatif orang tuanya tentang etnis Tionghoa tersebut. Selain itu, media massa juga memiliki peran dalam pembentukkan prasangka.

·         Kategorisasi Sosial, yakni kecenderungan untuk membuat kategori social yang membedakan antara in-group—“kita”—dengan out-group—“mereka”. Kecenderungan untuk memberi atribusi yang lebih baik dan menyanjung anggota kelompooknya sendiri daripada anggota kelompok lain terkadang dideskripsikan sebagai kesalahan atribusi utama (ultimate attribution error), yang sama seperti self serving bias hanya saja terjadi dalam konteks antar kelompok. Kategori social ini menjadi prasangka, dapat dijawab berdasarkan Teori Identitas Sosial (Identitty Theory) dari Tajfel. Teori ini mengatakan bahwa individu berusaha meningkatkan self-esteem mereka dengan mengidentifikasikan diri dengan kelompok social tertentu. Namun, hal ini terjadi hanya bila orang tersebut mempersepsikan kelompoknya lebih superior daripada kelompok lain yang menjadi pesaingnya.

·         Stereotip—kerangka berpikir kognitif yang terdiri dari pengetahuan dan keyakinan tentang kelompok social tertentu dan traits tertentu yang mungkin dimiliki oleh orang yang menjadi anggota kelompok-kelompok ini. Ketika sebuah stereotip diaktifkan, trait-trait ini lah yang dipikirkan. Stereotip mempengaruhi pemrosesan informasi social (diproses lebih cepat dan lebih mudah diingat), sehingga mengakibatkan teerjadinya seleksi pada informasi—informasi yang konsisten terhadap stereotip akan diproses sementara yang tidak sesuai stereotip akan ditolak atau diubah agar konsisten dengan stereorip. Reaksi lain terhadap informasi yang tidak konsisten adalah membuat kesimpulan implicit yang mengubah arti informasi tersebut agar sesuai dengan stereotip. Stereotip seperti penjara kesimpulan (inferential prisons): ketika stereotip telah terbentuk, stereotip akan membangun persepsi kita terhadap orang lain, sehingga informasi baru tentang orang ini akan diinterpretasikan sebagai penguatan terhadap stereotip kita, bahkan ketika hal ini tidak terjadi.

·         Mekanisme kognitif lain:

a)      Ilusi tentang hubungan (illusory correlation) yaitu kecenderungan melebih-lebihkan penilaian tingkah laku negatif dalam kelompok yang relatif kecil. Efek ini terjadi karena peristiwa yang jarang terjadi menjadikannya lebih menonjol dan dengan mudah diingat;
b)     ilusi homogenitas Out-Group (illution of out-group homogeneity) yaitu kecenderungan untuk mempersepsikan orang-orang dari kelompok lain yang bukan kelompoknya sebagai orang yang serupa.
c)      perbedaan in-group (in-group differentiation) yaitu kecenderungan untuk mempersepsikan anggota kelompoknya dalam menunjukkan keragaman yang lebih besar satu sama lain (lebih heterogen) daripada kelompok-kelompok lain.

d.      Teknik untuk Mengatasi Dampak Prasangka
·         Perbaikan kondisi sosial ekonomi, dengan program pemerataan pembangunan oleh pemerintah
·         Perluasan kesempatan belajar bagi seluruh warga Indonesia, tidak hanya dinikmati oleh kalangan atas asaja.
·         Sikap terbuka dan sikap lapang serta selalu menjalin komunikasi dua arah agar tidak terjadi kecurigaan antara satu orang dengan lainnya.

e.       Prasangka Berdasarkan Gender
Selama ini perbedaan derajat antara laki laki dan perempuan sering menjadikan seseorang melakukan tindakan diskriminasi. Dalam pandangan stereotip masyarakat wanita itu adalah makhluk yang lemah, hanya boleh mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, merawat anak, membersihkan rumah dan pekerjaan sederhana lainnya. Sedangkan para wanita tentu saja tidak menerima akan hal tersebut, apalagi talah di dukung dengan istilah emansipasi wanita yang dipelopori oleh RA Kartini membuat para wanita lebih berani untuk mensejajarkan posisinya dengan laki laki.
Nanum sebenarnya instilah menasipasi ini kadang menjadikan ajang balas dendam bagi para wanita yang mempunyai kedudukan lebih tinggi daripada laki laki. Belakangan ini timbul diskriminasi yang melibatkan kekerasan fisik atau seksual terhadap laki laki, hal ini dikarenakan dia ingin diakui derajatnya dan tidak ingin di hina oleh para laki laki seperti para wanita terdahulu yang sering menjadi korban kekejaman laki laki.
Saat ini juga negara telah membuat undang undang khusus tentang perlindungan hak perempuan, yang lebih diatur dalam sejumlah undang-undang, seperti UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), UU No 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi Korban, serta UU No 21 Tahun 2007 tentang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Dampak prasangka dan diskriminasi pada lingkungan saya tidak terlalu signifikan.
Cara untuk mengatasinya adalah dengan cara perbaikan kondisi ekonomi.

Referensi:


Teknologi dan Kemiskinan

Hubungan Teknologi dan Kemiskinan

Teknologi
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Perkembangan teknologi terbaru termasuk diantaranya telepon dan internet telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berkomunikasi secara bebas dan global. Tetapi tidak semua teknologi digunakan untuk hal-hak yang positif, ada juga pihak-pihak yang menciptakan atau mengembangkan teknologi untuk kegiatan yang negatif contohnya sebagai senjata penghancur, dll.

Di masa sekarang, teknolgi banyak mengubah dan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Di kehidupan masyarakat, teknologi telah banyak membantu berbagai pekerjaan manusia. Tetapi teknologi juga bisa merusak lingkungan.

Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.

Hubungan teknologi dan kemiskinan
Dalam perkembangannya teknologi mulai dimanfaatkan dan dikembangkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Contohnya dalam bidang kesehatan, industri,dll. Dalam pemanfaatannya teknologi bisa memiliki berbagai dampak, dari dampak positif hingga dampak negatif.salah satu dampak negatifnya adalah kesenjangan sosial.

Kemajuan teknologi dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja. Akan tetapi hal ini juga dapat menimbulkan kesenjangan sosial di masyarakat, akibatnya terciptalah kelompok masyarakat yang memiliki uang atau modal berlebih dan masyarakat yang tidak mempuyai uang atau modal. Di zaman sekarang masyarakat yang tau dan ahli dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi tentu lebih maju atau lebih unggul.

Contoh kasus :
Seorang anak laki-laki bernama Cheng yang baru berumur 11 tahun nekat mencuri uang seorang wanita sebesar 20.000 RMB atau setara dengan Rp 30 juta hanya demi bermain game online kesayangannya.Kejadian tersebut terjadi di Xianning Country, China. Cheng yang hobi bermain game online, nampaknya kehabisan uang untuk bermain game kesayanganya, ia pun nekat mencuri uang seorang wanita yang bernama Li. Setelah Cheng mencuri uang wanita tersebut, Cheng langsung menuju warnet setempat untuk memuaskan hasratnya bermain game online serta membeli beberapa barang dari game online tersebut.

Li yang menyadari uangnya telah hilang, ia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tanpa waktu lama, polisi akhirnya menangkap Cheng yang diketahui mencuri uang tersebut. Ketika Cheng pertama kali ditangkap, ia tidak mengakui perbuatan tersebut. Akan tetapi, setelah polisi melakukan interogasi selama 5 jam, akhirnya anak laki-laki tersebut mengakui perbuataannya.Ketika ditanyain pihak kepolisian mengenai uang tersebut, Chen mengungkapkan baru menghabiskan uang tersebut sebesar 266 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta.

Menurut saya dizaman modern seperti sekarang anak-anak sudah terlalu asik dengan hal-hal berbau teknologi canggih seperti handphone, internet, game online dan lain-lain. Orang tua kurang mengawasi anak-anak nya sehingga mereka terlalu melampaui batas. Dari contoh diatas kita bisa mengetahui bahwa anak-anak dizaman sekarang sudah menggangap teknologi canggih adalah mainan bagi mereka sehingga mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan nya termasuk dengan cara mencuri.

Referensi:

Jumat, 19 Desember 2014

FAULT TOLERANCE, DATA TRANSACTION AND REPLICATION

Sebuah kecelakaan (atau sistem crash) dalam komputasi adalah suatu kondisi di mana sebuah komputer atau program, baik aplikasi atau bagian dari sistem operasi, berhenti berfungsi dengan baik, sering keluar setelah menghadapi kesalahan. Seringkali program menyinggung mungkin muncul untuk membekukan atau hang sampai layanan pelaporan kecelakaan dokumen rincian kecelakaan itu. Jika program adalah bagian penting dari kernel sistem operasi, seluruh komputer dapat kecelakaan. Hal ini berbeda dari hang atau membekukan dimana aplikasi atau OS terus berjalan tanpa respon jelas untuk masukan.

Fault Tolerance
Fault Tolerance adalah kemampuan dari suatu sistem untuk dapat tetap berfungsi meskipun mengalami kegagalan.
Fault tolerance dalam suatu server dapat berupa:
·         Redundant Power supply (power supply cadangan)\
·         Redundant FAN
·         Online spare (Memory & HDD)
·         Mirroring (Memory & HDD)
·         RAID 1, RAID 5, dan RAID 6

Fault tolerant merupakan bagian yang penting yang saat ini terus dikembangkan untuk meningkatkan reliabilitas system. Secara umum terdapat dua metode fault tolerant, yaitu hardware dan software fault tolerant. Sistem dengan fault tolerant merupakan system dengan kemampuan untuk tetap beroperasi walaupun kondisi saat itu tidak mendukung (terjadi fault pada system).

Data Transaction
Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan basis data dan bahkan juga melakukan serangkaian perubahan data.  DBMS yang kita gunakan harus menjamin bahwa setiap transaksi harus dapat dikerjakan secara utuh atau tidak sama sekali.  Tidak boleh ada transaksi yang hanya dikerjakan sebagian, karena dapat menyebabkan inkonsistensi basis data.  Untuk itu transaksi selalu merubah basis data dari satu kondisi konsisten ke kondisi konsisten lain.


Data yang menggambarkan suatu peristiwa (perubahan sebagai hasil dari transaksi). Transaksi data selalu memiliki dimensi waktu, sebuah nilai numerik, dan mengacu pada satu atau lebih objek.
Hal yang harus diperhatikan dalam proses transaksi:
·         Harus memaksimalkan concurrency sambil menjamin konsistensi
·         Harus terlindungi dari kegagalan

Replication
Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dan objek-objek database dari satu database ke database lain dan melaksanakan sinkronisasi antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin. Dengan menggunakan teknik replikasi ini, data dapat didistribusikan ke lokasi yang berbeda melalui koneksi jaringan lokal maupun internet. Replikasi juga memungkinkan untuk mendukung kinerja aplikasi, penyebaran data fisik sesuai dengan penggunaannya, seperti pemrosesan transaksi online dan DSS (Desiscion Support System) atau pemrosessan database terdistribusi melalui beberapa server.





Referensi:


SINKRONISASI DAN ASINKRONISASI

Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah proses pengaturan jalannya beberapa proses pada saat yang bersamaan. Secara garis besar mungkin sinkronisasi adalah menyamakan sesuatu secara bersamaan. Sinkronisasi adalah suatu proses pengendalian akses dari sumber daya terbagi pakai (shared resource) oleh banyak thread sedemikian sehingga hanya satu thread yang dapat mengakses sumber daya tertentu pada satu waktu.

Asinkronisasi
Asinkronisasi adalah kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan pada waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan dari individu tersebut. Maksudnya, penyampaian pesan itu tidak mesti terjadi secara serentak pada saat yang sama, melainkan proses pertukaran itu terjadi pada saat yang diinginkan oleh individu yang melakukan proses komunikasi tersebut.

Contoh:
Aplikasi Back-up Data Dengan Sinkronisasi Perangkat – GoodSync

GoodSync menyediakan fitur platform untuk menjaga cadangan semua informasi bisnis sensitif secara online. Jadi jika mengalami masalah di hard disk komputer, maka kita dapat memastikan bahwa informasi sudah disimpan di suatu tempat yang dapat diakses dengan mudah. GoodSync menyediakan antarmuka yang mudah untuk menjaga cadangan dari file Anda dengan cara yang disinkronkan dengan berbagai macam perangkat.



GoodSync memiliki fitur algoritma yang dibangun untuk menganalisis data penting atau foto atau dokumen keuangan dan menciptakan backup cadangan untuk file-file tersebut. Backup disimpan baik dalam desktop, laptop dan eksternal drive serta di situs - situs. Untuk menyimpan di server Goodsync yang paling sering digunakan adalah menggunakan SFTP, FTP dan WebDAV.

Referensi:


Sabtu, 06 Desember 2014

TIME AND COORDINATION


Time and Coordination
adalah mengkordinasikan waktu dalam transfer data, agar tidak terjadi ketimpangan pada proses transfer data. Selain itu juga, berguna untuk mengukur penundaan antara komponen terdistribusi, menyinkronkan aliran data misalnya: suara dan video, dan sebagai penanda keakuratan waktu untuk mengidentifikasi atau mengotentikasi transaksi bisnis dan serializability dalam database terdistribusi dan keamanan protokol.
Algoritma Berkeley
Time server mengirimi (polling) mesin secara periodic meminta waktu saat itu di mesin yang dikirimi. Berdasarkan jawaban, timer server estimasi waktu local berdasarkan observasi waktu untuk pengiriman pesan, menghitung waktu rata-rata dan memberi perintah ke mesin lain untuk memajukan dan mengundurkan clock supaya mendapat suatu reduksi spesifik.
Mutual Exclusion
Mutual Exclusion adalah penjaminan pengaksesan sumber daya benar-benar hanya satu proses tunggal pada interval waktu tertentu. Syarat terjadinya Mutual Exclusion :
1.      Bebas dari deadlock
2.      Bebas dari Startvation
3.      Fault-tolerance
Dua pendekatan penjaminan mutual exclusion di system tersebar:
1.      Algoritma Terpusat
2.      Algoritma Tersebar
Contoh alur pada system ATM


Kordinasi waktu dan data harus disesuaikan dengan server pusat agar seimbang dan tidak terjadi error value / angka dalam algoritma untuk memproses data yang akan diunduh ataupun diupload oleh server.  

File Service dan Name Service


Pengenalan File Service
File service adalah suatu perincian atau pelayanan dari file system yang ditawarkan pada komputer client. Suatu file server adalah implementasi dari file service dan berjalan pada satu atau lebih mesin. File itu sendiri berisi dari nama, data dan atribut file seperti kepemilikan file, ukuran, waktu pembuatan file dan hak akses file. File sistem merupakan mekanisme penyimpanan on-line serta untuk akses, baik data maupun program yang berada dalam sistem operasi.   
Karakteristik dari File System
File Sistem adalah bertanggung jawab untuk pengorganisasian, penyimpanan, pencarian keterangan, penamaan, sharing atau pembagian dan protection atau perlindungan dari file-file. File berisi dari dua bagian penting yaitu data dan atribut. File sistem didesain untuk menyimpan dan mengatur banyak dan besar file dengan fasilitas untuk membuat, memberi nama dan menghapus file. File system juga bertanggung jawab untuk pengontrolan dari akses file, akses terbatas ke file oleh user yang berhak dan tipe-tipe dari akses yang diminta.
·         Operasi pada file (=data + atribut)
1.      Create / delete
2.      Query / Modifikasi Atribut
3.      Open / Close
4.      Read / Write
5.      Akses Kontrol
·         Organisasi penyimpanan
1.      Struktur direktori (hirarki, pathname)
2.      Metadata (pengaturan informasi file) : atribut file, informasi struktur direktori, dll 
Atribut File
File adalah kumpulan informasi berkait yang diberi nama dan direkam pada penyimpanan sekunder. Atribut file terdir dari :
1.      Nama 
Merupakan satu-satunya informasi yang tetap dalam bentuk yang bisa dibaca oleh manusia (human readable form)
2.      Type
Dibutuhkan untuk sistem yang mendukung beberapa tipe berbeda
3.      Lokasi
Merupakan pointer atau penunjuk ke device dan lokasi file pada device tersebut berada
4.      Ukuran (Size)
Ukuran file pada saat itu, baik dalam byte, huruf ataupun blok
5.      Proteksi
Informasi mengenai kontrol akses, misalnya siapa saja yang boleh membaca, menulis dan mengeksekusi file
6.      Waktu, tanggal dan identifikasi pengguna
Informasi ini biasanya disimpan untuk :
·         Pembuatan file
·         Modifikasi terakhir yang dilakukan pada file
·         Penggunaan terakhir file
Atribute file
·         Panjang File
·         Creation Timestamp
·         Read Timestamp
·         Write Timestamp
·         Attribute Timestamp
·         Reference Count
·         Owner
·         Tipe File
·         Daftar Akses Kontrol
Struktur File System
·         Modul direktori : menghubungkan nama file dengan ID file
·         Modul File : menghubungkan ID dengan file tertentu
·         Modul Akses Kontrol : memeriksa permission utuk operasi yang diminta
·         Modul Akses File : read / write data file atau atribut
·         Modul Blok : akses dan alokasi blok disk
·         Modul Perangkat : disk I/O dan buffering 
Komponen File service
Komponen-komponen file service adalah terdiri dari :
·         File Service
Pengoperasian dari masing-masing file.
·         Directory Service
Management atau pengaturan direktori
·         Naming Service
-        Location Independence :
File dapat dipindahkan tanpa penggantian nama
-        Hal yang umum untuk penamaan file dan directori :
Mesin + nama path e.g / machine / path atau machine : path
Mounting File sistem secara remote kedalam hirarki local file.
Single name space yang sama pada semua mesin.
-        Dua level penamaan :
Nama simbolik yang dilihat user dan nama binary yang dilihat oleh sistem.
Contoh File Service 
NFS (Network File System)
Network File System (NFS) merupakan sebuah protokol yang dikembangkan oleh Sun Microsystem pada tahun 1984 dan NFS didefinisikan dalam RFC 1094, 1813 dan 3530 sebagai DFS yang mengijikan sebuah komputer untuk mengakses file melalui network serasa akses file di disk local. NFS merupakan protokol yang sangat mendukung dalam pengaplikasian suatu file system yang terdistribusi.

Name Service
Name Service dalam Sistem Terdistribusi merupakan layanan penamaan yang berfungsi untuk menyimpan naming context, yakni kumpulan binding nama dengan objek, tugasnya untuk me-resolve nama.
Pengaksesan resource pada sistem terdistribusi yang memerlukan: 
·         Nama resource (untuk pemanggilan),
·         Alamat (lokasi resource tsb),
·         Rute (bagaimana mencapai lokasi tsb). 
Name Service memiliki konsentrasi pada aspek penamaan dan pemetaan antara nama & alamat, bukan pada masalah rute, yang dibahas di Jaringan Komputer. Resource yang dipakai dalam Name Service adalah: komputer, layanan, remote object, berkas, pemakai.
Contoh penamaan pada aplikasi sistem terdistribusi:  
-        URL untuk mengakses suatu halaman web.
-        Alamat e-mail utk komunikasi antar pemakai.
Name Resolution, Binding, Attributes
·         Name resolution:
-        Nama ditranslasikan ke data ttg resource/object tsb.
·         Binding:
-        Asosiasi antara nama & obyek.
-        Biasanya nama diikat (bound) ke attributes dr suatu obyek.
·         Address: atribut kunci dari sebuah entitas dalam sistem terdistribusi
·         Attribute:  nilai suatu object property.

Tujuan Penamaan
1)      Identifikasi
      Seorang pemakai menginginkan obyek/layanan A, bukan obyek/layanan B.
2)      Memungkinkan terjadinya sharing
Lebih dari satu pemakai dapat mengindentifikasikan resource dengan nama yang sesuai  (tidak harus nama yang sama).
3)      Memungkinkan location independence:
Perubahan lokasi tidak menuntut perubahan nama, asalkan lokasi tidak menjadi bagian dari nama resource tsb.
4)      Memberikan kemampuan keamanan (security)
Jika sebuah nama dipilih secara acak dari himpunan besar interger, maka nama tsb hanya bisa diketahui dari legitimate source, bukan dari menebak. Jadi jika seseorang mengetahui nama obyek tsb, maka dia memang diberitahu, karena sulit sekali menebak nama tsb.
Jenis Nama
1.   User names:
-        Dibuat oleh pemakai (user).
-        Merujuk pada suatu obyek atau layanan.
-        Terdiri dari strings of characters.
-        Contoh: hp201 untuk pencetak, ~bettyp/tmp/test.c untuk berkas.
2.   System names:
-        Terdiri dari bit string.
-        Internal untuk sistem, tidak ditujukan untuk manusia.
-        Lebih compact dari user names,  sehingga dapat dibandingkan dengan lebih efisien.
Contoh Name Service
1.   DNS (Domain Name Service)
-        memetakan nama domain ke alamat 
2.   GNS (Global Name Service)
-        memetakan global name ke atribut-atribut
-        skalabilitas, dapat menangani perubahan 
3.   X500 directory service
-        memetakan nama orang ke dalam alamat suatu e-mail dan nomor telepon 
4.   Jini discovery service
-        mencari objek sesuai dengan atribut yang ada 

referensi: